🌍

SimCuaca

Simulasi Cuaca & Iklim Global — musim di setiap zona bumi, peta realtime, dan studi kasus OMC

--:--:-- Lokal
— UTC --:--:-- WIB --:--:--

Mengapa bumi punya musim dan cuaca yang berbeda-beda?

Cuaca adalah kondisi atmosfer sesaat (jam–hari); iklim adalah rata-ratanya dalam puluhan tahun. Keduanya digerakkan oleh satu sumber energi: Matahari. Karena bumi bulat, berputar, dan sumbunya miring 23,4°, energi matahari tidak merata — dan dari ketidakmerataan inilah muncul zona iklim, musim, angin, dan hujan.

1. Kemiringan sumbu → musim

Sumbu rotasi bumi miring 23,4° terhadap bidang orbitnya. Saat bumi mengelilingi matahari selama setahun, belahan bumi yang "condong" ke matahari menerima sinar lebih tegak dan siang lebih panjang → musim panas. Enam bulan kemudian belahan itu menjauh → musim dingin.

  • 21 Juni — titik balik utara: siang terpanjang di Belahan Bumi Utara (BBU).
  • 21 Desember — titik balik selatan: siang terpanjang di Belahan Bumi Selatan (BBS).
  • 21 Maret & 23 September — ekuinoks: siang = malam di seluruh bumi.

Di ekuator, matahari selalu hampir tegak sepanjang tahun sehingga suhu nyaris konstan; yang berubah bukan suhunya melainkan hujannya. Itulah mengapa daerah tropis hanya mengenal 2 musim (hujan & kemarau), sedangkan lintang menengah mengenal 4 musim.

2. Sirkulasi atmosfer global

  • Sel Hadley (0–30°): udara panas di ekuator naik → hujan lebat (ITCZ), lalu turun di ±30° → gurun.
  • Sel Ferrel (30–60°): zona pertemuan udara hangat & dingin → badai lintang menengah, angin barat.
  • Sel Kutub (60–90°): udara dingin turun → kering, sangat dingin.

3. ITCZ & monsun

ITCZ (Intertropical Convergence Zone) adalah sabuk awan hujan tempat angin pasat dari kedua belahan bumi bertemu. Sabuk ini bergeser mengikuti matahari: ke utara saat Juni–Agustus, ke selatan saat Desember–Februari. Pergeseran ini + perbedaan pemanasan benua–laut menciptakan monsun: monsun Asia (basah Juni–September) dan monsun Australia (Indonesia bagian selatan basah Desember–Maret).

4. Bagaimana hujan terbentuk

Udara lembap naik → mendingin → uap air mengembun pada inti kondensasi (debu, garam laut, aerosol) menjadi tetes awan. Tetes-tetes bergabung hingga cukup berat lalu jatuh. Tanpa udara naik (konveksi, orografis, atau front) tidak ada awan; tanpa awan cukup tebal & kandungan air cukup, tidak ada hujan — inilah kendala utama Operasi Modifikasi Cuaca.

5. Faktor pengubah lokal

  • Ketinggian: −6,5 °C tiap naik 1.000 m (Nairobi & Mexico City sejuk walau tropis).
  • Laut vs benua: laut meredam suhu (London lembut), benua ekstrem (Yakutsk −38 °C sampai +20 °C).
  • Arus laut: Arus Humboldt dingin membuat Lima hampir tanpa hujan; Arus Teluk menghangatkan Eropa Barat.
  • Pegunungan: sisi hadap-angin basah, sisi bayangan hujan kering.

Ringkasan: berapa musim di tiap zona?

ZonaLintangKöppenJumlah musimMusimContoh kota

Klik baris untuk membuka simulasi zona tersebut.

—

—

—
Suhu rata-rata—
Curah hujan/bulan—
Lama siang—
Tinggi matahari—
Deklinasi matahari—
Presipitasi—

Grafik klimatologi tahunan

Batang = curah hujan bulanan (mm), garis = suhu rata-rata (°C). Garis vertikal = tanggal terpilih. Nilai klimatologi perkiraan.

--:--:-- UTC Memuat data cuaca…

Realtime: data Open-Meteo (diperbarui otomatis tiap 10 menit). Klik di mana saja pada peta untuk melihat cuaca/simulasi titik tersebut. Warna titik = suhu.

Studi Kasus: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Jakarta

Referensi: penerbangan Cessna 5 sorti terkendala kondisi awan yang belum cukup tebal. Jakarta berada di zona ekuator (6°S) yang hanya memiliki 2 musim. OMC dengan penyemaian garam (NaCl) hanya efektif bila sudah ada awan kumulus dengan kandungan air cukup — sesuatu yang langka pada puncak musim kemarau (Juli–September).

Sorti pesawat Cessna0 / 5 Sorti
Kondisi awan targetTipis / Belum Cukup
Status hujan / dampakBelum Turun
Kandungan air awan (LWC) —

Bagaimana penyemaian awan bekerja

  1. Pesawat menebar bahan semai higroskopis (NaCl / CaCl₂) di dasar awan kumulus hangat.
  2. Partikel garam menyerap uap air → tetes awan lebih besar dari tetes alami.
  3. Tetes besar "menyapu" tetes kecil saat jatuh (collision–coalescence) → hujan lebih cepat & lebih banyak.
  4. Syarat: awan sudah ada, tebal ≥ 1–2 km, kandungan air cair (LWC) memadai, dan updraft cukup.

Mengapa 5 sorti bisa gagal?

  • Musim kemarau: Monsun Australia membawa massa udara benua yang kering → awan konvektif tipis dan cepat menguap.
  • Penyemaian tidak menciptakan awan; ia hanya mempercepat proses di awan yang sudah "hampir hujan".
  • Hasil terbaik dicapai pada musim peralihan / hujan saat kelembapan >80% dan awan Cumulus Congestus tersedia — coba ganti musim pada simulasi di atas.